Pemda Banyumas Targetkan 2000 Startup pada 2024

Jumat, 26 Oktober 2018 Innocircle Initiative mengadakan agenda bulanan yakni Kopdar Startup. Sebagai lembaga Inkubator startup coop, kegiatan ini bertujuan membangun eksosistem startup di Banyumas. Seperti yang diungkapkan oleh CEO InnoCicle Initiative Anis Saadah “Melalui kegiatan ini bisa mempertemukan para founder startup di Banyumas, menjadi daya ungkit saling berkolaborasi dan berbagi pengalaman dalam mendirikan startup”.

Pemantik diskusi dari kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang. Dari pemerintah dihadiri Ketua Bappeda, Eko Prijanto, Ketua komite kreatif banyumas Anggit Pandu, founder startup Lembar social Asse Darmawan dan Direktur Ampu Studio Arnold Ong. Startup sebagai bisnis rintisan dengan model baru ternyata mendapat response yang sangat positif dari generasi millennial di Banyumas, terbukti dari kegiatan ini dihadiri 60 anak muda yang akan mendirikan startup.

Pak Eko Ketua Bappeda sebagai pemantik diskusi awal memaparkan “startup bisa menjadi pintu masuk dalam mengembangan entrepreneur baru. Dalam pembahasan RPJMD yang sedang disusun oleh pemerintah daerah terdapat target terciptanya 2000 startup selama 5 tahun mendatang. Masih belum ada pola dalam membentuk startup di Banyumas, lewat kegiatan kopdar startup inilah diharapkan bisa memberikan wawasan dalam menyusun startup” tutur Pak Eko. Upaya pemerintah dalam mewujudkan 2000 Startup ini yakni dengan membentuk Komite Ekonomi Kreatif sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.

Dari anak muda muda yang berkecimpung di ekonomi kreatif Banyumas diwakili oleh Ketua Komite Anggit Pandu mengajak anak muda” Ayo kita bekerjasama,bangun Banyumas,bangun produk di local tapi pasar menjangkau global. Dimulai dari membangun roadmap 5 tahun kedepan apa yang dinginkan oleh pelaku startup. Dimulai dari forum seperti ini bisa memperluas networking kita” kata Anggit. Dalam dua tahun belakangan banyak tumbuh unicorn yang diinisiasi oleh startup dan potensi kreatif di Banyumas sangat bagus bisa jadi Unicorn lahir di Banyumas.

Berdasarkan pengalaman dari salah satu founder startup di Purwokerto yakni Lembar social Asse Darmawan memotivasi “ Jika sudah memiliki ide, maka eksekusilah. Buat prototype Minimum Viable Product(MVP). Salah satu hambatan di Banyumas adalah, masyarakat belum melek teknologi. Hal ini berbeda dengan di Jakarta dan kota besar lainya” Lembar social adalah platform kolaborasi B2B yang memudahkan antara user dan penyedia jasa bertemu dalam platform tersebut.

Pemantik diskusi terakhir adalah Direktur Ampu, Arnold yang sudah berpengalaman di bidang kreatif multimedia“Di era kompetisi yang sudah terbuka, kita akan bertemu dengan competitor global. Kita harus memperbanyak referensi untuk meningkatkan standard kualitas yang bersaing. Yang kedua adalah networking,jaringan sangat penting untuk startup dan forum seperti ini bisa menjadi wadah yang bisa mempertemukan satu sama lain”.

Tidak hanya berhenti pada sesi pemaparan, kopdar dilanjutkan ke sesi Tanya jawab antar pembicara dan peserta. Mayoritas peserta yang mulai menginisiasi ide dan mulai berjalan memberikan wawasan baru dari pengalamanya. InnoCircle sebagai lembaga yang concern terhadap issue startup coop akan terus membangun ekosistem yang mampu memberikan daya dukung dan akselerasi dari pertumbuhan ekonomi startup di Banyumas.