Design Sprint Dengan Chloe & Matt

Oleh : Nur Ikhwanudin

Chloe & Matt, sebuah Konsultan pengembangan produk & strategi branding atau agensi dari denpasar, bali, yang membantu UMKM serta startup dalam memecahkan masalah terbesar dalam produk atau bisnis, mengadakan workshop design sprint  di Jogjatronik Mall, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 18 November 2018.

Tim dari InnoCircle mengikuti kegiatan tersebut untuk mendalami materi tentang design sprint, karena materi ini  bertujuan untuk memecahkan masalah terkait produk/bisnis, menguji ide-ide baru secara langsung, atau bahkan mengimprovisasi produk yang sudah berjalan. Tim sprint bertugas untuk mendiskusikan tantangan secara kolektif, merancang solusi, dan mengujinya ke pengguna yang sudah ditentukan sebelumnya.

Melalui proses ini, kita bisa memulai dengan asumsi dan mendapatkan hasil lengkap dengan masukan yang nyata dan siap untuk dipasarkan dalam waktu lebih pendek. Dengannya, kita dapat menghilangkan kemungkinan debat berkepanjangan sehingga dapat mempersingkat pekerjaan berbulan-bulan menjadi hanya dalam empat hari. Kita tak perlu lagi menunggu sampai dapat meluncurkan produk minimal untuk memahami apakah ide kita bagus dan scalable.

Dengan Design Sprint, kita akan mendapatkan data yang jelas dari prototype yang realistis. Sprint memberi kita kekuatan super: kita dapat pergi ke masa depan untuk melihat seperti apa produk kita dan bagaimana reaksi pelanggan/pengguna, sebelum kita membuat komitmen yang lebih jauh dan lebih mahal.

Design Sprint dapat diterapkan untuk berbagai konteks: Produk, jasa, desain situs, aplikasi mobile, interior desain, strategi pemasaran, menentukan bahan kemasan makanan ringan, bahkan menentukan identitas jenama perusahaan.

Manfaat yang paling berpengaruh dalam menjalankan Design Sprint adalah meminimalisir birokrasi berbelit-belit dan timbulnya bias yang biasanya muncul pada saat meeting atau proses pengembangan produk konvensional. Dengan menghilangkan bias, inovasi-inovasi baru akan dapat bermunculan dan bukan tidak mungkin akan mengubah kultur sebuah bisnis.